"MENGENAL KEBUDAYAAN NYEPUT"
Assalamualaikum.
Hai, kembali lagi di
blog ku dengan cerita dan perjalanan ku dan teman-teman ku. Kali ini aku ingi
sedikit berbagi pengalaman ku mengenai Nyeput. Pada tulisan sebelumnya aku
menulis tentang kebudayaan sask yang dimana suku sasak itu sendiri merupakan
suku yang berada di daerah Nusa Tenggara Barat dan merupakan suku yang kaya
akan sastra dan budaya. Salah satunya takepan. Yang dimana takepan ini
merupakan naska kuno yang ditulis atas daun lontar yang diragkai dalam satu
kesatuan dengan cara diikat di tengah.
Kali ini saya sedikit
bercerita mengenai perjalanan saya dan teman saya. Kami melakukan suatu
perjalanan ke suatu desa untuk mempelajari kebudayaan suku sasak. Salah satu
yang saya dengar dari teman saya yang berasal dari suku sasak yaitu tradisi nyeput. Yang diman tradisi nyeput ini merupkan sebuah ritual atau serankai kegiatan yang
dilakukan dengan cara memilih salah satu lembar naska kuno, kemudian naskah
yang di pilih akan di tembang dan dimaknai. Konon katanya naska yang kita
ambil akan menjadi kenyataan. . Dalam
penyeputan tidak sembarangan orang dapat melakukanya. Adapun peroses dalam
penyeputan yaitu dengan cara menenangkan pikiran, kemudian perbaiki niat
kemudian memejamkan mata dan mengambil potongan naska kuno tersebut. Kemudian
ketua ada melakukan dengan cara mengembang dan membaca artinya dan ketua adat
memberi makna yang terdapat pada naska kuno tersebut. Peroses nyeput ini
dilakukan pada malam hari setelah mereka
bangun dari tidur.
Pada hari sabtu tanggal
9 November 2019 saya dan teman saya melakukan sebuah perjalanaan dari mataram menuju Lombok Utara, desa Sambik Bangko, Kecamatan Gangga dusun sajajak. Tiba kami
disana, kami bertemu dengan bapak Nursafatahul Bayan kami disambu dengan ramah. Singkat cerita, bapak
menjelaskan naska kuno. Setelah beliau membacakan naska kuno tersebut beliau
mempersilahkankan kami untuk melakukan ritual nyepu, akan tetapi tidak ada
satupun di antara kami yang mau melakukan nyepu tersebut dikernakan tidak
adanya kesiapan. Dalam melakukan nyepu harus mempersiapkan diri karena nyepu bisa berdampak positif dan
berdampak negative pula bagi orang yang melakukannya. Nyeput tidak semua naska
kuno untuk dilakukan hal itu terdapat naska-naska tertentu.
Mungki hanya ini yang
dapat saya ceritakan mengenai perjalanan saya dan teman saya mengenai Nyeput.
Semoga bermanfaat.
SAKIAN DAN TERIMA KASIHJ

Sangat menarik, tetap lestarikan budaya sasak #samawa
BalasHapusBagus kak>_< Kembangkan..
BalasHapusSangat bermanfaat
BalasHapusMantaapp sist jadi bertambah wawasan eike jadi kmbangkan yah sist...q siap untuk mnunggu tulisan selanjutnya😊
BalasHapusQ jadi teringat dimana knangan kita saat ksana mbuat q rindu serindu rindunya memangdang indahnya sunset di sore hari dan mersakan hmbusan angin yg sepoi2 mbuat q teringat km wahai sakiyah beleq😆
BalasHapuskiyah saranghe😊
uppss tulisan maksudnya😂
apasih gk jelas de ainun nih
Bagus kiyah
BalasHapusBagus kiyah
BalasHapusMantap!
BalasHapusKeren kawan.
BalasHapusMantul sekali kak!
BalasHapusPertahanakan kegiatan ini
BalasHapusBagus sekali kaka
BalasHapusBagus, semoga bermanfaat
BalasHapusDi era kegidupan yang sekarang ini sangat jarang orang yang peduli dengan kebudayaan local, khusus nya kebudayaan sasak, tapi Alhamdulillah Ada saudari kiyah yang menyempatkan waktu untuk bercerita Dan berbagi ilmu tentang kebudayaan suku sasak, khusunya mengenai tradisi nyeput,sekali lagi, makasih yah kiyah, atas informasi nya, semoga bernilai ibadah.Amin
BalasHapus